Kamis, 22 April 2010

Tugas Part 04 - Bahasa Inggris Bisnis 2

1. Present Tense
(+) S + V1 (s/es) = I drink coffee
(-) S + Do/Does + Not + V1 = I do not drink coffee

(?) Do/Does + S + V1
= Do you drink coffee ?

2. Present Continuous Tense
(+) S + Tobe + V ing = She is eating hamburger
(-) S + Tobe + Not + V ing = She is not eating hamburger
(?) Tobe + S + V ing
= Is she eating hamburger ?

3. Present Perfect Tense
(+) S + Have/Has + V3 = We have written English lesson
(-) S + Have/Has + Not + V3 = We have not written English lesson

(?) Have/Has + S + V3
= Have we written English lesson ?

4. Present Perfect Continuous
(+) S + Have/Has + Been + V ing = He has been teaching English
(-) S + Have/Has + Not + Been + V ing = He has not been teaching English

(?) Have/Has + S + Been + V ing
= Has he been teaching English ?

5. Past Tense
(+) S + V2 = They went to Tokyo
(-) S + Did Not + V1 = They did not go to Tokyo

(?) Did + S + V1
= Did they go to Tokyo ?

6. Past Continuous Tense
(+) S + Was/Were + V ing = They were learning in the classroom
(-) S + Was/Were + Not + V ing = They were not learning in the classroom

(?) Was/Were + S + V ing
= Were they learning in the classroom ?

7. Past Perfect Tense
(+) S + Had + V3 = She had stolen they car
(-) S + Had + Not + V3
= She had not stolen they car
(?) Had + S + V3
= Had she stolen they car ?

8. Past Perfect Continuous Tense
(+) S + Had + Been + V ing = Romeo and Juliette had been loving each other
(-) S + Had + Not + Been + V ing =
Romeo and Juliette had not been loving each other
(?) Had + S + Been + V ing
=
Had Romeo and Juliette been loving each other ?

Jumat, 01 Januari 2010

Tugas Ke - 3 (Etika Bisnis)

Adakah etika dalam membuat produksi ?

Jawab :

Dalam membuat sebuah produk tentu ada etikanya, dimulai dari perancangan, persiapan bahan baku, dan pengumpulan data. Dilihat dari aspek lingkungan dan daya beli masyarakat, kita tidak bisa sembarang dalam membuat suatu produk yang akan ditawarkan pada masyarakat. Karena kita juga harus memperhatikan kegunaan dan manfaat dari produk yang kita hasilkan agar tidak merugikan orang lain.

Dalam suatu kegiatan produksi kita harus menjunjung tinggi kejujuran
, misalnya saja dalam pembuatan sebuah produk makanan ringan, contohnya saja kue atau cake, bahan yang kita gunakan dalam pembuatan kue tersebut harus sesuai dengan komposisi yang kita cantumkan, tidak mengurangi atau melebihi komposisi yang ada hanya untuk mendapat keuntungan semata, dan tidak memikirkan kerugian yang didapat oleh orang lain. Hal inilah yang dimaksud etika dalam merancang produk, dan ada baiknya apabila setiap pelaku bisnis yang memproduksi yang ditujukan oleh masyarakat luas bersikap jujur dan tulus dalam menyampaikan produknya, sehingga masing-masing pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Karena setiap perancangan produk tidak lepas dari penilaian etika.

Tugas Ke - 4 (Etika Bisnis)

Bagaimana etika dalam membuat promosi yang baik ?

Jawab :

Dalam melakukan produksi sangat diperlukan sekali etika. Karena etika dan integritas adalah suatu keinginan yang murni dalam membantu orang lain, kejujuran yang ekstrim, kemauan untuk belajar dari kegagalan dan mau mengakui kesalahan adalah tindakan yang diperlukan dalam membangun suatu produk. Kadang kala untuk mendapatkan keuntungan, memaksa orang untuk menghalakan segala cara dan mengabaikan adanya pihak yang dirugikan atau tidak.

Berbicara tentang moral, sangat erat kaitannya dengan agama dan budaya. Artinya kaidah-kaidah dari moral pelaku bisnis dipengaruhi oleh lingkungan agama dan budaya pelaku bisnis itu sendiri. Setiap agama mengajarkan pada umatnya untuk memiliki moral yang terpuji, apakah itu dalam mencari keuntungan dalam berbisnis, ataupun dalam membuat suatu produk, harus mematuhi moral - moral yang ada.

Produk, baik barang atau jasa merupakan sumber penghasilan dari suatu perusahaan. Maka harus ada nilai lebih yang ditawarkan suatu produk terhadap konsumen, namun tetap tidak mengindahkan moral-moral yang ada. Misalnya, dengan memberikan kualitas produk yang terbaik, tidak hanya bohong belaka dalam iklan saja namun dalam kenyataannya pun harus sama.

Sabtu, 17 Oktober 2009

Photography 2 - Tips Dasar Menguasai Fotografi Untuk Pemula

Fotografi merupakan seni membuat gambar (graphos) dengan cahaya (photos). Ada anggapan bahwa hobi terhadap seni fotografi hanya untuk golongan tertentu (menengah ke atas). Dahulu Anggapan tersebut mungkin ada benarnya. Hal ini terkait dengan mahalnya harga unit kamera SLR (Single Lens Reflect), aksesoris serta penggunaan media film dalam operasionalnya. Namun saat ini anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, mengingat hasil foto tidak lagi disimpan dalm film, namun dalam storage berupa file-file, sehingga jauh lebih murah dalam proses pencetakaannya. Selain itu, harga kamera-kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect) semakin terjangkau. Jadi, fotografi bukan hanya untuk kalangan tertentu, fotografi adalah untuk semua kalangan. Untuk itu berikut ini tips dasar fotografi untuk pemula yang ingin memulai menekuni seni fotografi:

1. Kamera. Perangkat Kamera merupakan senjata utama dalam seni fotografi. Saat ini beberapa perusahaan telah mengeluarkan produk-produk yang sangat custom, mulai dari paket yang dijual untuk kelas pemula, seperti Nikon D40 hingga kelas profesional seperti Canon EOS 5D Mark II. Sehingga range harganyapun menjadi lebih lebar. Namun bagi Anda yang belum mampun membeli kamera, bisa diakali dengan meminjam ataupun patungan. Syarat dasar keberadaan perangkat ini dimaksudkan untuk memudahkan anda dalam mengenal dan mempraktekan teknik-teknik dasar fotografi.

2. Pengenalan Teknik Dasar. Teknik-teknik dasar yang wajib Anda kuasai sebagai langkah awal anda menekuni seni/hobi fotografi adalah Deep Of Field (DOF), Silhouette, Backlight, Foto Outdoor (ideal dilakukan antara pukul 07.00 - 10.00), Komposisi.

3. Wawasan. Untuk lebih mengikuti perkembangan teknik fotografi, ada baiknya anda selalu meng-update wawasan anda melalui majalah, pameran serta komunitas fotografi (misalnya: www.fotografi.net)

4. Praktek. Semakin tinggi jam terbang anda dalam menggunakan kamera anda, semakin handal foto-foto hasil biikan anda. Anda bisa melakukannya dengan hunting ke obyek-obyek yang berbeda supaya tidak membosankan, seperti bangunan kolonial/tradisional (composition), sawah/pedesaan (landscape), pasar (human interest) atau pantai (silhouette)

Photography 3 - Tips Praktis Merawat Kamera

Kamera merupakan perangkat yang membutuhkan penanganan khusus dalam hal perawatannya. Kamera yang tidak terawat akan berakibat pada tidak maksimalnya kualitas gambar (foto) yang dihasilkan. Berikut ini adalah tips praktis dalam merawat kamera:

1. Apabila tidak dipakai - dalam jangka waktu lama - letakkan kamera pada tempat penyimpanan khusus. Hindari meletakkan kamera di almari pakaian dengan kapur barus maupun pengharum pakaian lainnya.

2. Apabila belum memiliki tempat penyimpanan khusus, Anda dapat menggunakan toples atau tempat-tempat transparan lainnya yang memungkinkan masuknya cahaya dari luar. Hal ini akan menghindarkan kamera dari kelembapan (density) yang berlebihan.

3. Untuk lebih mengamankan kamera Anda dari ‘ancaman’ kelembaban dan timbulnya jamur pad lensa, Anda dapat menambahkan silica gel - dapat diperoleh di toko-toko besi.

4. Hindarkan kamera dari sengatan cahaya matahari langsung, karena hal ini dapat merusak beberapa komponen dari kamera, terutama yang terbuat dari plastik atau karet.

5. Gunakan tas khusus kamera guna menghidarkan dari guncangan dan benturan yang dapat merusak kamera. Apabila belum memungkinka, Anda dapat menggunakan Tas punggung (backpack) - yang biasanya memiliki beberapa pelindung spons di bagian dalamnya.

6. Bersihkan lensa kamera secara periodik menggunakan tissue khusus dan jangan menggunakan sembarang kain.

7. Gunakan penium (blower) untuk menghilangkan debu pada komponen-komponen kamera bagian dalam.

8. Pada jenis kamera digital, lepas baterai lithium apabila lama tidak Anda pergunakan. Hal ini akan memperpanjang usia baterai lithium Anda.

9. Untuk jenis kamera digital yang menggunakan layar display (LCD) di bagian belakang, pasangkanlah screen guard untuk menghidarkan layar display dari goresan.

10. Untuk jenis kamera DSLR (Digital Single-Lens Reflect), pasangkanlah filter pada bagian depan lensa kamera Anda, setidaknya filter UV (ultra-violet) agar lensa kamera tidak ‘menganga’ dari debu dan kotoran, yang mengakibatkan ada menurunnya kualitas gambar foto yang diambil.